Friday, June 16, 2017

Anggota DPR Juga Butuh PSK Untuk Memenuhi Hasrat S3ks Ungkap Haji Lulung



Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Haji Lulung) menilai tidak ada salahnya ada pejabat yang memakai jasa PSK artis untuk memuaskan nafsu birahinya.Cara Curang Main BandarQ

"Anggota DPR kan manusia juga, mungkin ada faktor lain atau segala macam. Karena iseng juga barang kali," kata Lulung, ketika dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu (13/5/2015).

Menurut Lulung, publik jangan lah langsung menghina jika memang benar ada pejabat yang menyewa PSK artis karena itu sudah masuk ranah privat. "Artinya kalau orang melakukan itu ada faktor-faktor yang barang kali kebutuhan," ujar dia.

Polikus PPP itu sendiri mengaku pernah ditawari layanan seks artis via pesan singkat (SMS). Namun, dia memilih tidak melandeni tawaran itu. Lulung pun mengklaim antimemakai jasa PSK karena alasan kesehatan.

"Tapi saya enggak pernah nerima tawaran segala macam itu, satu takut penipuan, dua pasti jablay, kotor lah. Kalau jablay kan kotor betul enggak? merusak. Kalau saya enggak pernah saya ledenin," tandas salah satu tokoh Tanah Abang itu.

Sebelumnya, Petugas Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Selatan (Polrestro Jaksel) menangkap artis Amel Alvi yang diduga terlibat praktik prostitusi online usai melayani pelanggan di sebuah hotel pada Jumat (8/5) malam. Untuk layanan "short time" antara 1 jam hingga 3 jam, artis itu memasang tarif sekitar Rp80 juta hingga Rp200 juta kepada para pelanggannya.

Robby Abbas (RA) alias Obbie, germo Amel Alvi dan artis lainnya itu mengaku memasang tarif hingga ratusan juta. Dia pun mengakui salah satu pelanggan yang kerap menyewa PSK yang di bawah koordinasinya, adalah kalangan anggota DPR. "Iya anggota DPR, ya beberapa kalangan lainnya," kata tersangka Obbie di Mapolres Jakarta Selatan

Monday, May 29, 2017

Bukan Prabowo Yang Menjadi Pesaing Jokowi Pada Pilpres 2019 Tetapi Inilah Orangnya...

Ilustrasi Kampanye

Pakar peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai, calon presiden yang bisa menjadi lawan kuat bagi Joko Widodo pada pemilihan presiden 2019, hanya yang berasal dari suku Jawa.

Pandangannya mengacu pada antropologi dan sosiologi politik Indonesia saat ini, di mana 60 persen penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa dan kecenderungan masyarakat memilih masih berdasarkan kedekatan suku.

"Di Jakarta (Pilkada,red) memang publik secara politik mudah menerima orang bukan putera daerah. Tapi untuk konteks nasional, belum. Jadi yang bisa menjadi lawan kuat bagi Jokowi pada pilpres 2019 saya kira tokoh yang berasal dari suku Jawa," ujar Arya kepada JPNN.com, Senin (29/5).

Saat ditanya siapa tokoh tersebut, Arya menilai masih perlu dilakukan kajian secara mendalam. Bisa merupakan tokoh yang berasal dari sumber kaderisasi partai politik yang ada, atau tokoh lain. Misalnya kepala daerah, DPR dan sumber kaderisasi dari TNI.

"Untuk Gatot (Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo,red) saya belum tahu. Tapi peluang ada," ucapnya.

Menurut Arya, peluang Panglima TNI tersebut sangat terbuka karena tingkat kepercayaan masyarakat pada TNI saat ini masih sangat tinggi. Berbeda dengan beberapa lembaga lain. Selain itu, Gatot juga bersuku Jawa.

Wednesday, March 8, 2017

Kasus E-KTP Mulai Tercuak, Adakah Nama Ahok Dalam Dakwaan Jaksa?

Ahok Tercantum Dalam Terdakwa Kasus Korupsi E-KTP


Jaksa KPK telah membacakan siapa saja yang menjadi peran dalam kasus Mega Proyek E-KTP yang tercuak kembali.Jaksa KPK menyebutkan bahwa peran Ketua DPR-RI saat ini (Setya Novanto) merupakan Aktor utama dalam Kasus Korupsi Proyek E-KTP tersebut.

Dalam Dakwaan tersebut yang dibacakan jaksa KPK di Pengadilan Negri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (09/03/2017), menyebutkan bahwa terdapat beberapa terdakwa yang merupakan dari partai "PDIP,GOLKAR,PKS,PPP,PAN,PKS dan beberapa perusahaan swasta lainnya yang meliputi "Perusahaan Umum Percetakan Negara Republik Indonesia (Perum PNRI), PT. LEN Industri, PT. Quadra Solution, PT. Sandipala Artha Putra, PT. Sucofindo beserta seluruh manajemen Konsorsium PNRI".

Dalam Kasus ini jaksa tidak menyebutkan nama yang menjadi terdakwa dan akan dilanjutkan kepada pembacaan terdakwa selanjutnya setelah semua bukti telah di terima oleh pihak KPK secara jelas.


Bagaimana menurut kalian Apakah Ahok dalam hal ini akan di jadikan sebagai Tersangka yang di mana kita tau bahwa kasus Penistaan Agamanya juga belum selesai???

Jika Setuju SHARE ARTIKEL ini....AHOK TERDAKWA...!!!! MEGA PROYEK E-KTP. SELURUH UANG RAKYAT INDONESIA...

Jubir Timses AHY Membeberksn Kebusukan Ruhut Sitompul (Ahok)

Saat Masih Menjadi Koordinator Timses SBY - Budiono, 2009

Siapa yang tidak mengenal nama Ruhut Sitompul alias Poltak dalam sinetron Gerhana dengan Gelar Raja Minyak dari Tarutung tersebut??

Rachland Nashidik merupakan Jubir untuk team sukses Agus Harimurti - Sylviana Murni mebeberkan siapakah sebenarnya seorang Ruhut tersebut. Nashidik mengungkapkan bahwa sebenarnya Ruhut tidak beda jauh dengan sebutan "Hewan Peliharaan".

Kenapa demikian?

Baik sekarang akan saya jelaskan pastinya semua masyarakat masih ingat bahwa dia dulunya merupakan salah seorang Koordinator dari Partai demokrat untuk Timses Susilo Bambang Yudhoyono - Budiono untuk menuju RI 1.

Beberapa pernyataan kontroversionalpun keluar dari mulut dia sendiri dengan beberapa pernyataan seperti "Arab Tidak Pernah Membantu Indonesia" , "Masalah Ini Juga Sudah Lama Bergulir Saat Zaman Megawati dan si Cina Kwik Kian Gie itu" dan masih banyak perkataan kontroversioanal yang dia lontarkam pada tahun 2009 silam.


Nah untuk para pembaca semuanya apakah pantas seorang yang sudah mencela Ketua Partai dan bergabung menjadi salah Satu Timses dari Partai tersebut????Mustahil jika dia bukan Kutu Loncat, SETUJU????

SHARE SEBANYAK""NYA BIER SELURUH MASYARAKAT MENGETAHUINYA...
UNTUK LEBIH JELAS SILAHKAN KUNJUNGI SITUS WIKIPEDIA DIBAWAH INI

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki./Ruhut_Sitompul

Sunday, March 5, 2017

Persamaan Yang Tampak Selama Raja Salman Di Indonesia Dengan Habib Rizieq Shihab

Raja Salman Bersalaman Dengan Pendeta Asal Toraja

BeritaAngin - Seperti yang kita ketahui bahwa Habib Rizieq Shihab merupakan salah satu Ulama besar di Indonesia. Banyak pihak yang menyangkutpautkan kedatangan Raja Salman dengan Ketua Umum FPI (Front Pembela Islam) tak lain adalah Shihab Rizieq yang telah sukses menggelar Aksi Damai sebanyak 2 kali dengan diikuti ratusan ribu ummat. 

Dalam kedatangan Raja Salman ke Indonesia tak lain untuk menyepakati beberapa kerja sama terhadap pemerintah Indonesia dan untuk bersantai di Pulau Dewata bali bersama dengan Pangeran dan Perdana mentri serta di ikuti oleh 1500 orang.

Dalam kesempatan tersebut Raja Salman juga menyempatkan diri untuk menjumpai beberapa pemuka Agama Islam dan Lintas Agama lainnya.

Dengan begitu Raja Salman merupakan Pimpinan 2 kota Suci Ummat Islam yaitu Mekkah dan Madinnah tetepi beliau tetap menghormati dan menghargai Agama orang lain sama hal nya seperti salah satu Ulama besar yang kita miliki di Indonesia ini yaitu Habib Rizieq Shihab yang selalu menghargai Agama beserta Pemuka Agamanya.

Berikut ini merupakan Beberapa foto yang menggambarkan Raja Salman dan Habib Rizieq Shihab sedang bertemu dan bercengkrama dengan Pemuka Agama Lainnya.










WWW>KEBUNPOKER.POKER